Showing posts with label hakikat kehidupan. Show all posts
Showing posts with label hakikat kehidupan. Show all posts

Friday, November 28, 2008

A Blog Posted by Singapore 's Youngest Millionaire

(By Adam Khoo)

Some of you may already know that I travel around the region pretty frequently, having to visit and conduct seminars at my offices in Malaysia, Indonesia, Thailand and Suzhou (China). I am in the airport almost every other week so I get to bump into many people who have attended my seminars or have read my books.

Recently, someone came up to me on a plane to KL and looked rather shocked. He asked, 'How come a millionaire like you is travelling economy?' My reply was, 'That's why I am a millionaire.' He still looked pretty confused. This again confirms that greatest lie ever told about wealth (which I wrote about in my latest book 'Secrets of Self Made Millionaires'). Many people have been brainwashed to think
that millionaires have to wear Gucci, Hugo Boss, Rolex, and sit on first class in air travel. This is why so many people never become rich because the moment that earn more money, they think that it is only natural that they spend more, putting them back to square one.

The truth is that most self-made millionaires are frugal and only spend on what is necessary and of value.. That is why they are able to accumulate and multiply their wealth so much faster. Over the last 7 years, I have saved about 80% of my income while today I save only about 60% (because I have my wife, mother in law, 2 maids, 2 kids, etc. to support). Still, it is way above most people who save 10% of their income (if they are lucky). I refuse to buy a first class ticket or to buy a $300 shirt because I think that it is a complete waste of
money. However, I happily pay $1,300 to send my 2-year old daughter to Julia Gabriel Speech and Drama without thinking twice.

When I joined the YEO (Young Entrepreneur's Organization) a few years back (YEO is an exclusive club open to those who are under 40 and make over $1m a year in their own business) I discovered that those who were self-made thought like me. Many of them with net worths well over
$5m, travelled economy class and some even drove Toyota's and Nissans (not Audis, Mercs, BMWs).

I noticed that it was only those who never had to work hard to build their own wealth (there were also a few ministers' and tycoons' sons in the club) who spent like there was no tomorrow. Somehow, when you did not have to build everything from scratch, you do not really value money. This is precisely the reason why a family's wealth (no matter
how much) rarely lasts past the third generation. Thank God my rich dad (oh no! I sound like Kiyosaki) foresaw this terrible possibility and refused to give me a cent to start my business.

Then some people ask me, 'What is the point in making so much money if you don't enjoy it?' The thing is that I don't really find happiness in buying branded clothes, jewellery or sitting first class. Even if buying something makes me happy it is only for a while, it does not last. Material happiness never lasts, it just give you a quick fix.
After a while you feel lousy again and have to buy the next thing which you think will make you happy. I always think that if you need material things to make you happy, then you live a pretty sad and unfulfilled life.

Instead, what make ME happy is when I see my children laughing and playing and learning so fast. What makes me happy is when I see by companies and trainers reaching more and more people every year in so many more countries. What makes me really happy is when I read all the emails about how my books and seminars have touched and inspired
someone's life. What makes me really happy is reading all your wonderful posts about how this BLOG is inspiring you. This happiness makes me feel really good for a long time, much much more than what a Rolex would do for me.

I think the point I want to put across is that happiness must come from doing your life's work (be in teaching, building homes, designing, trading, winning tournaments etc.) and the money that comes is only a by-product. If you hate what you are doing and rely on the money you earn to make you happy by buying stuff, then I think that you are living a life of meaningless.

Tuesday, October 28, 2008

Sekadar renungan bersama



Cerita ini saya terbaca dari emel yang kawan saya forwardkan kepada saya dan saya rasakan ia sangat bererti pada diri saya..just sekadar renungan untuk diri saya sendiri dan share dengan kawan2...moga2 dapat memberikan iktibar dan panduan pada kita bersama pada masa hadapan.

kisah ini bermula dengan hanya satu soalan...

"Mengapa sampai sekarang kamu belum menikah?"
ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang. "Sejujurnya sampai sekarang ini saya masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih membujang. Dulu
waktu saya di Utara, saya berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat bijaksana. Saya fikir inilah wanita ideal untuk saya dan sesuai menjadi isteri saya. Namun belakangan selepas itu pada masa berpacaran baru aku tahu dia sebenarnya amat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu.

Di Ipoh saya ketemu seorang perempuan yang cantik jelita,ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku begitu takjub dan seronok.Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun selepas itu baru saya tahu, ia banyak tingkahlaku yg tak baik dan tidak bertanggung jawab.

Dan ketika aku di JB, aku bertemu wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan bila diajak berbicara, selalu nyambung perbualan kami dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui kalau dia dari keluarga yang berantakan yakni berpecahbelah dan
selalu menuntut sesuatu yang kita tidak mampu memenuhinya. Akhirnya kami berpisah.

Saya terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan pada wanita yang saya temui. Sampai pada suatu hari, saya bersua dengan wanita ideal yang saya dambakan selama ini. Ia begitu cantik pintar, baikhati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian
dan sayang kepada orang lain. Saya fikir inilah pendamping hidup saya yang dikirim oleh Tuhan untuk saya".

"Lantas?!", sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan "Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak terus meminangnya? ". Yang ditanya diam sejenak dan akhirnya dengan suara perlahan si bujang itu menjawab, "Baru sekarang aku mengetahui bahawa ia juga sedang mencari lelaki
yang sempurna".

============ ========= ========= ======== ========= ========= ======== ========= =========
Kesimpulan : Sudah diketahui maksud daripada cerita itu ?
... .. Nobody's perfect. Jadi jangan mensia-siakan apa yang sudah ada di hadapan kita,belum tentu nanti kita mendapatkan yang lebih baik dari yang sekarang kita dapat, Tak kiralah kita ni lelaki ke pempuan ke... Kalau kita mau mencari yang sempurna, check dulu diri kita sendiri,apakah sudah sempurna di mata orang lain??

Rase-rasenyer sama juga dgn yang dah berkahwin... Redhalah dgn apa yang ada..belum tentu yang baru tu dapat memenuhi citarasa kita..yang lama dah tentu kita kenal buruk baik nya..just improve ourselves..dan sama-sama membetulkan kesilapan dan kekurangan diri masing-masing..learn thru our mistakes...Hargai setiap apa yang kita miliki agar kita tidak menangisi atas kehilangannya

Kita tidak perlu seseorang yang sempurna untuk menjadi teman hidup, tapi kita perlu seorang teman hidup yang dapat membuatkan kita rasa sempurna apabila kita bersamanya


wallahuallam. ..

Tuesday, October 14, 2008

Kebahagiaan itu dimana?



Puas sudah,
Kucari kebahagian,
Di sisi teman-teman,
Kudapat hanya kelalaian,
Ku cari lagi,
Di hati seorang kekasih,
Kudapat hanya kekecewaan,
Dan ku terus mencari,
Dalam meniti hari,
Penuh kekosongan…
Oh, di mana lagi harus ku mencari,
Membawa sekeping hati,
Yang sarat kerinduan,
Rindu yang tiada haluan,
Aku keliru sendiri,
Apa yang kucari,
Apa yang kuperlukan
Aku masih tak bisa mengerti,
Yang pasti,
Kekosongan hati ini minta diisi..
Sejenak ku tersedar,
Aku mencari cinta agung,
Buat jiwaku yang merindukan,
Hakikat kebenaran,
Cahaya yang membelah kegelapan,
Melimpah cemerlang mengisi kekosongan.
Ku sedar,
Destinasi pencarianku di sini,
Ku mencari-Mu Tuhan,
Mengharap keredhaan,
Menagih kebahagiaan,
Dari sinar cahaya iman.


Cinta dan kasih sayang ALLAH tu cukup besar bagi kita..nikmat-nikmat yang DIA berikan sehingga hari ini tidak terhitung.....kadang-kadang rasa begitu kerdil..kenapa dengan ujian dan dugaan yang sedikit ALLAH Taala timpakan pada kita...kita mudah berputus asa..kecewa...sedangkan itu juga salah satu tanda ALLAH Taala menyayangi kita...supaya kita lebih dekat denganNYA..mengadu denganNYA...merintih denganNYA....dan hanya berharap denganNYA...dan maka dengan itu iman akan bertambah kukuh..jiwa kan lebih kuat..nafsu juga akan berkurangan....sememangnya dunia hanya menjanjikan cinta yang sementara,hanya menjanjikan keindahan yang bersifat sementara....yang tak pasti....

Ya ALLAH...jadikan aku mencintaiMU melebihi mencintai makhluk yang dijadikan olehMU....jauhkan aku dari kesedihan dan kekecewaan....Engkau sebaik-baik tempat pergantungan YA ALLAH.....Engkau sebaik-baik tempat mengadu YA ALLAH....jauhkanlah aku dari berburuk sangka denganMU...jauhkanlah.....diri yang kerdil ini hanya mengharap padaMUberikanlah diri ini petunjuk dan pedoman sepanjang masa..jangan biarkan diri ini tenggelam dalam hawa nafsu dan kegelapan.......Hanya Engkau Yang layak disembah....Tuhan seluruh alam..Amin...YA Rabbal Alamin...